Perilaku pengunjung

Apa itu Scroll Depth?

Scroll depth adalah seberapa jauh pengunjung menggulir sebuah halaman sebelum berhenti, dinyatakan sebagai persentase dari tinggi total halaman. Scroll depth menunjukkan bagian mana dari halaman yang benar-benar terlihat, sehingga bisa dibedakan antara konten yang ditolak dan konten yang tidak pernah sampai terbaca.

Kalau mayoritas pengunjung berhenti sebelum mencapai testimoni atau tombol utama, masalahnya bukan isi elemen itu, melainkan posisinya. Scroll depth memisahkan masalah penempatan dari masalah pesan, dua hal yang perbaikannya sangat berbeda.

Cara mengukurnya

Bagaimana Scroll Depth diukur?

  1. Rekam posisi scroll maksimum yang dicapai dalam satu Session, bukan posisi terakhir.
  2. Nyatakan sebagai persentase dari tinggi total dokumen di perangkat tersebut.
  3. Pisahkan mobile dan desktop, karena tinggi halaman dan pola gulir keduanya jauh berbeda.
  4. Petakan posisi elemen penting ke persentase scroll untuk tahu berapa persen pengunjung yang benar-benar melihatnya.
Sering disalahpahami

Pertanyaan umum soal Scroll Depth

Apakah scroll depth rendah berarti kontennya jelek?

Belum tentu. Scroll depth rendah bisa berarti pengunjung sudah menemukan yang dicari di bagian atas, atau justru langsung tidak tertarik. Angkanya baru bermakna kalau dibaca bersama konversi dan sumber traffic.

Apakah scroll depth bisa diukur dari GA4?

GA4 punya event scroll bawaan, tapi hanya pada ambang tertentu dan dalam bentuk agregat. Untuk memetakan scroll depth ke posisi elemen tertentu per Session, dibutuhkan script pelacak yang merekam posisi scroll secara detail.

Cek seberapa baik landing page-mu sekarang.

Kirim URL-mu, kami audit gratis. Tanpa komitmen apa pun. Kalau hasilnya sudah bagus, kami bilang bagus. Kalau ada yang bocor, kami tunjukkan di mana dan apa yang perlu dibenahi.

Laporan PDF dikirim ke email dalam 3-5 hari kerja.

Konsultasi via WA