Apa itu CRO?
CRO atau conversion rate optimization adalah praktik menaikkan persentase pengunjung yang menyelesaikan tindakan bernilai, tanpa menambah jumlah pengunjung. Kerjanya berurutan: cari titik di mana orang berhenti, cari tahu penyebabnya dari perilaku mereka, perbaiki satu hal, lalu ukur apakah angkanya bergerak.
Menambah traffic ke halaman yang bocor artinya membayar lebih mahal untuk kebocoran yang sama. CRO mengerjakan sisi lain persamaannya: budget tetap, klik tetap, yang berubah berapa banyak dari klik itu berujung chat. Kenaikan di sini juga permanen, sementara traffic berhenti begitu iklan dimatikan.
Bagaimana CRO diukur?
- Tetapkan angka awal: conversion rate saat ini per halaman dan per Traffic Source.
- Temukan titik berhentinya lewat data perilaku, misalnya Scroll Depth, Rage Click, dan rekaman sesi.
- Ubah satu hal per periode, supaya perubahan angkanya bisa dikaitkan ke satu penyebab.
- Bandingkan periode sesudah dengan periode sebelumnya pada sumber traffic yang sama, karena kanal yang berbeda punya angka dasar yang berbeda.
Pertanyaan umum soal CRO
Apakah CRO harus pakai A/B testing?
Tidak. A/B testing butuh jumlah kunjungan yang besar supaya hasilnya bisa dipercaya, dan mayoritas website bisnis Indonesia belum sampai di sana. Di traffic kecil, membaca perilaku pengunjung dan memperbaiki masalah yang jelas terlihat memberi hasil lebih cepat daripada memaksakan tes yang datanya tidak pernah cukup.
Apa bedanya CRO dan SEO?
SEO mengurus berapa banyak orang yang datang, CRO mengurus berapa banyak dari mereka yang berbuat sesuatu setelah sampai. Keduanya bisa dikerjakan bersamaan, tapi kalau anggarannya terbatas, memperbaiki halaman yang bocor lebih dulu membuat setiap pengunjung tambahan dari SEO bernilai lebih besar.
Apakah CRO cuma soal mengganti warna tombol?
Bukan. Perubahan kosmetik seperti warna tombol jarang menggeser angka secara berarti. Yang biasanya bergerak adalah hal-hal yang mengurangi keraguan dan usaha: harga yang ditampilkan terbuka, formulir yang dipendekkan, bukti yang relevan, dan waktu balas yang lebih cepat.
Istilah terkait
Conversion Rate
Conversion rate adalah persentase Session yang menyelesaikan aksi tujuan seperti klik WhatsApp atau kirim form. Pelajari rumus dan cara membacanya dengan benar.
Baca definisinyaEksperimenA/B Testing
A/B testing atau pengujian A/B adalah membandingkan dua versi halaman pada pengunjung acak di waktu yang sama. Pelajari cara kerja dan syarat hasilnya valid.
Baca definisinyaMetrik konversiFunnel Drop-off
Funnel drop-off adalah persentase pengunjung yang berhenti di satu langkah funnel. Pelajari cara mengukurnya per langkah dan menemukan titik kebocoran terbesar.
Baca definisinyaArtikel yang membahas lebih dalam
Traffic 800 per Bulan: Cara Ambil Keputusan CRO Tanpa A/B Testing
Di traffic kecil, A/B test hampir tidak pernah sampai ke hasil yang valid, dan memaksakannya bikin kamu salah ambil keputusan. Ini metode yang bekerja di skala itu.
Baca artikelArtikelChecklist 15 Poin: Audit Website Kamu Sebelum Menyalakan Iklan (Supaya Budget Tidak Terbakar)
Menyalakan iklan ke website yang belum diaudit sama saja membayar untuk cari tahu di mana bocornya. Checklist 15 poin sebelum budget jalan.
Baca artikelCek seberapa baik landing page-mu sekarang.
Kirim URL-mu, kami audit gratis. Tanpa komitmen apa pun. Kalau hasilnya sudah bagus, kami bilang bagus. Kalau ada yang bocor, kami tunjukkan di mana dan apa yang perlu dibenahi.
Laporan PDF dikirim ke email dalam 3-5 hari kerja.