Apa itu ROAS (Return on Ad Spend)?
ROAS, singkatan dari return on ad spend, adalah pendapatan yang dihasilkan per rupiah belanja iklan. Rumusnya adalah pendapatan dari iklan dibagi biaya iklan pada periode yang sama. ROAS 4 berarti setiap Rp1.000 belanja iklan menghasilkan Rp4.000 pendapatan, sebelum memperhitungkan biaya produk dan operasional.
ROAS adalah angka yang paling sering dipakai untuk memutuskan iklan mana yang dinaikkan budgetnya. Masalahnya, ROAS mengukur pendapatan, sedangkan yang masuk ke kantong adalah margin. Bisnis dengan margin tipis bisa punya ROAS terlihat sehat sambil pelan-pelan merugi.
Bagaimana ROAS (Return on Ad Spend) diukur?
- Hitung pendapatan yang benar-benar berasal dari kampanye iklan pada periode tertentu.
- Bagi dengan total belanja iklan pada periode yang sama, termasuk biaya platform.
- Hitung per kampanye dan per kanal, karena ROAS gabungan menutupi kampanye yang merugi.
- Untuk konversi lewat WhatsApp, pendapatannya baru diketahui setelah closing, jadi ROAS-nya perlu direkonsiliasi manual dengan data penjualan.
Pertanyaan umum soal ROAS (Return on Ad Spend)
Apa perbedaan ROI dan ROAS?
ROAS membandingkan pendapatan dengan biaya iklan saja. ROI membandingkan keuntungan bersih dengan seluruh biaya, termasuk harga pokok produk, gaji tim, dan ongkos operasional. Kampanye bisa punya ROAS 3 tapi ROI negatif kalau margin produknya di bawah sepertiga harga jual.
Berapa ROAS yang dianggap bagus?
Tergantung margin, bukan tergantung industri. Ambang impasnya adalah satu dibagi margin kotormu. Kalau margin kotor 25 persen, ROAS 4 baru sekadar balik modal. Angka rujukan umum yang beredar di internet sering tidak menyebut margin, sehingga jadi tidak berarti.
Kenapa ROAS bisa turun padahal iklannya tidak diubah?
Penyebabnya sering ada di luar Ads Manager. Kompetisi lelang naik sehingga biaya per klik ikut naik, audiens mulai jenuh, atau halaman tujuan berubah dan konversinya ikut turun. Memisahkan biaya per klik dari conversion rate halaman membantu menemukan mana yang bergeser.
Istilah terkait
Cost per Lead (CPL)
CPL adalah biaya iklan untuk mendapatkan satu leads. Pelajari rumusnya, bedanya dengan CPA dan CAC, dan kenapa CPL murah belum tentu kabar baik.
Baca definisinyaAkuisisiCustomer Acquisition Cost (CAC)
CAC adalah total biaya mendapatkan satu pelanggan baru dalam satu periode. Pelajari rumusnya, bedanya dengan CPL, dan kenapa conversion rate menurunkannya.
Baca definisinyaMetrik konversiConversion Rate
Conversion rate adalah persentase Session yang menyelesaikan aksi tujuan seperti klik WhatsApp atau kirim form. Pelajari rumus dan cara membacanya dengan benar.
Baca definisinyaArtikel yang membahas lebih dalam
Jebakan 'Ads Jalan, Leads Sepi': Mengapa Tambah Budget Iklan Adalah Keputusan Finansial Terburuk
Hitungan sederhana kenapa menambah traffic ke website yang bocor cuma memperbesar kerugian, bukan memperbaiki penjualan.
Baca artikelArtikelTraffic Source Intelligence: Analisis Perilaku Pengunjung Berdasarkan Platform
Kenapa menyamaratakan semua traffic bikin anggaran kampanye habis sia-sia. Tiap sumber datang dengan niat yang berbeda, dan konversinya ikut berbeda.
Baca artikelCek seberapa baik landing page-mu sekarang.
Kirim URL-mu, kami audit gratis. Tanpa komitmen apa pun. Kalau hasilnya sudah bagus, kami bilang bagus. Kalau ada yang bocor, kami tunjukkan di mana dan apa yang perlu dibenahi.
Laporan PDF dikirim ke email dalam 3-5 hari kerja.