Apa itu Customer Lifetime Value (CLV)?
Customer lifetime value, disingkat CLV atau LTV, adalah perkiraan total keuntungan yang dihasilkan satu pelanggan selama masa hubungannya dengan sebuah bisnis. Perhitungan sederhananya mengalikan nilai rata-rata transaksi, frekuensi pembelian per periode, dan lama seorang pelanggan bertahan, lalu dikalikan margin kotor.
CLV menentukan berapa mahal kamu boleh membayar untuk satu pelanggan baru. Tanpa angka ini, keputusan soal budget iklan berubah jadi perasaan. Bisnis dengan pembelian berulang, seperti klinik dan bimbingan belajar, hampir selalu menemukan bahwa mereka boleh membayar jauh lebih mahal daripada yang mereka kira.
Bagaimana Customer Lifetime Value (CLV) diukur?
- Hitung nilai rata-rata satu transaksi dari data penjualan, bukan dari daftar harga.
- Hitung berapa kali pelanggan biasanya bertransaksi dalam setahun.
- Perkirakan berapa tahun seorang pelanggan bertahan sebelum berhenti.
- Kalikan ketiganya, lalu kalikan margin kotor supaya hasilnya berupa keuntungan dan bukan omzet.
Pertanyaan umum soal Customer Lifetime Value (CLV)
Berapa perbandingan CLV dan CAC yang sehat?
Rujukan yang paling sering dipakai di SaaS adalah CLV tiga kali CAC, tapi angka itu lahir dari model bisnis langganan dan tidak otomatis cocok untuk klinik, properti, atau travel. Yang lebih penting adalah CLV kamu lebih besar dari CAC dengan jarak yang cukup untuk menutup biaya operasional.
Apakah CLV berguna untuk bisnis yang transaksinya sekali seumur hidup?
Tetap berguna, tapi bentuknya berubah. Untuk properti atau umrah, pembelian ulang jarang terjadi, sehingga nilai tambahannya datang dari rujukan. CLV yang realistis di kasus seperti ini menghitung nilai satu transaksi ditambah perkiraan nilai pelanggan yang datang karena rekomendasi.
Istilah terkait
Customer Acquisition Cost (CAC)
CAC adalah total biaya mendapatkan satu pelanggan baru dalam satu periode. Pelajari rumusnya, bedanya dengan CPL, dan kenapa conversion rate menurunkannya.
Baca definisinyaAkuisisiCost per Lead (CPL)
CPL adalah biaya iklan untuk mendapatkan satu leads. Pelajari rumusnya, bedanya dengan CPA dan CAC, dan kenapa CPL murah belum tentu kabar baik.
Baca definisinyaAkuisisiROAS (Return on Ad Spend)
ROAS adalah pendapatan per rupiah belanja iklan. Pelajari rumusnya, contoh hitungan, bedanya dengan ROI, dan kenapa ROAS bagus belum tentu untung.
Baca definisinyaArtikel yang membahas lebih dalam
Benchmark Konversi Website Indonesia 2026: Rangkuman Data dari 6 Industri
Berapa conversion rate yang wajar untuk industrimu? Data dari Unbounce, Contentsquare, Ruler Analytics, dan WordStream untuk 6 industri.
Baca artikelArtikelTraffic Source Intelligence: Analisis Perilaku Pengunjung Berdasarkan Platform
Kenapa menyamaratakan semua traffic bikin anggaran kampanye habis sia-sia. Tiap sumber datang dengan niat yang berbeda, dan konversinya ikut berbeda.
Baca artikelCek seberapa baik landing page-mu sekarang.
Kirim URL-mu, kami audit gratis. Tanpa komitmen apa pun. Kalau hasilnya sudah bagus, kami bilang bagus. Kalau ada yang bocor, kami tunjukkan di mana dan apa yang perlu dibenahi.
Laporan PDF dikirim ke email dalam 3-5 hari kerja.