Apa itu Soft Selling?
Soft selling adalah pendekatan penjualan yang mendahulukan penjelasan, bukti, dan bantuan sebelum ajakan membeli, sehingga calon pembeli memutuskan sendiri tanpa merasa didesak. Bentuknya bisa artikel, konten edukasi, atau balasan chat yang menjawab pertanyaan dulu. Penawaran tetap ada, tapi ditaruh setelah orangnya paham apa yang dia beli.
Kebanyakan orang yang klik iklanmu belum siap beli hari itu juga. Halaman yang langsung mendesak biasanya membuat mereka pergi sebelum sempat mengerti harganya, dan chat yang masuk pun isinya cuma tanya-tanya lalu hilang. Nalar menunjukkan di titik mana pengunjung berhenti membaca dan dari sumber mana orang yang akhirnya chat itu datang, sehingga kelihatan apakah penjelasanmu memang bekerja atau malah memperlambat.
Bagaimana Soft Selling diukur?
- Pisahkan dulu halaman yang isinya menjelaskan dari halaman yang isinya menawarkan, karena dua peran itu tidak bisa dinilai dengan ukuran yang sama.
- Lihat Scroll Depth di halaman penjelasan: kalau orang berhenti sebelum bagian harga, penjelasannya belum sampai.
- Bandingkan Conversion Rate halaman penjelasan dengan halaman penawaran langsung, dipisah per Traffic Source.
- Catat isi chat pertama yang masuk. Kalau pertanyaannya masih soal hal yang sudah dijelaskan di halaman, penjelasannya belum kebaca.
Pertanyaan umum soal Soft Selling
Apakah soft selling berarti tidak boleh menyebut harga?
Justru sebaliknya. Menyembunyikan harga membuat orang chat cuma untuk bertanya, lalu menghilang begitu angkanya keluar. Soft selling menunda desakan untuk membeli, bukan menunda informasinya.
Soft selling atau hard selling yang lebih cocok untuk bisnis saya?
Tergantung berapa lama orang biasanya berpikir sebelum membayar. Barang murah dan mendesak bisa ditutup di satu halaman, sedangkan jasa mahal seperti klinik, properti, atau B2B hampir selalu butuh beberapa kali kunjungan sebelum orangnya berani chat. Cek dulu berapa Session yang terjadi sebelum konversi di datamu sendiri.
Kenapa konten soft selling saya ramai dibaca tapi sepi chat?
Biasanya karena kontennya berhenti di penjelasan dan tidak pernah menawarkan langkah berikutnya. Pembaca yang sudah paham tetap butuh diberi tahu apa yang harus dilakukan sekarang, lengkap dengan CTA yang jelas dan mudah dijangkau di HP.
Istilah terkait
Copywriting
Copywriting adalah menulis teks yang membuat pembaca mengambil tindakan. Pelajari bedanya dengan content writing dan cara menilai hasilnya dari data.
Baca definisinyaHalaman & funnelCTA
CTA adalah elemen yang mengajak pengunjung melakukan satu tindakan tertentu. Pelajari contoh kalimatnya, penempatannya, dan kesalahan yang paling sering.
Baca definisinyaAkuisisiClosing
Closing adalah tahap ketika calon pembeli menyetujui penawaran dan transaksi terjadi. Pelajari kenapa closing gagal dan cara menghubungkannya kembali ke iklan.
Baca definisinyaArtikel yang membahas lebih dalam
Testimonimu Tidak Dipercaya Siapa-siapa: Anatomi Social Proof yang Benar-benar Menutup Deal
Pengunjung tahu kamu cuma memajang testimoni yang bagus. Riset Nielsen Norman Group soal kenapa testimoni generik diabaikan, plus tujuh elemennya.
Baca artikelArtikelAnatomi CTA WhatsApp yang Mengkonversi: Posisi, Kata-Kata, dan Waktu yang Tepat
Tombol WhatsApp bukan sekadar ikon kecil di sudut halaman. Kenapa posisi, pilihan kata, dan waktu munculnya menentukan jumlah chat masuk.
Baca artikelCek seberapa baik landing page-mu sekarang.
Kirim URL-mu, kami audit gratis. Tanpa komitmen apa pun. Kalau hasilnya sudah bagus, kami bilang bagus. Kalau ada yang bocor, kami tunjukkan di mana dan apa yang perlu dibenahi.
Laporan PDF dikirim ke email dalam 3-5 hari kerja.