8 min readTerakhir diperbarui

Sebelum Pesan Jasa Landing Page: Kapan Iklanmu Benar-benar Butuh Halaman Khusus

Sebelum bayar jasa landing page, pastikan kamu memang butuh satu. Kapan halaman khusus wajib, kapan homepage sudah cukup, dan apa isi paketnya.

Bayangin kamu pasang iklan promo whitening gigi Rp499 ribu. Orangnya tertarik, klik iklan, lalu masuk ke homepage klinik. Di sana ada foto gedung, daftar semua layanan, sambutan dokter, sampai berita bakti sosial. Promo whitening yang tadi bikin dia klik? Nggak kelihatan.

Biasanya orang cuma scroll sebentar, lalu keluar. Padahal kliknya tetap masuk hitungan dan budget iklan tetap kepakai.

Ini sering kejadian ketika semua iklan diarahkan ke homepage. Bukan karena pemilik bisnis sengaja bikin alurnya ribet. Banyak yang memang belum tahu kapan homepage masih cukup, dan kapan iklan perlu halaman khusus. Sebelum cari jasa landing page, pahami dulu bedanya supaya kamu nggak bayar halaman yang sebenarnya belum perlu.

Apa Itu Landing Page (dan Bedanya dengan Homepage)

Sederhananya, landing page adalah halaman untuk satu tujuan dan satu penawaran yang spesifik. Umumnya, halaman ini dipakai sebagai tempat orang mendarat setelah klik ads. Pesannya fokus dan CTA-nya mengarahkan ke satu aksi.

Homepage punya pekerjaan yang berbeda. Homepage perlu menjelaskan bisnis ke banyak tipe orang: calon pelanggan, pelanggan lama, orang yang mau cek layanan, pelamar kerja, sampai yang cuma cari alamat. Wajar kalau isinya lebih banyak dan punya banyak link.

Jadi bedanya bukan sekadar tampilannya. Yang membedakan adalah niat pengunjung:

  • Homepage: banyak pesan untuk banyak niat. Orang yang datang bisa mencari hal yang berbeda-beda, jadi halaman menyediakan menu, link, dan beberapa section.
  • Landing page: satu pesan untuk satu niat. Orang datang karena tertarik satu janji di iklan, jadi halaman langsung membahas janji tersebut.

Masalah muncul ketika orang yang klik satu promo dibawa ke halaman yang membahas semuanya. Mereka harus mencari sendiri promo yang ingin dilihat. Padahal, pengunjung website cepat memutuskan apakah mau lanjut atau keluar. Riset Nielsen Norman Group menemukan banyak orang meninggalkan halaman dalam 10–20 detik pertama; halaman yang bisa menahan mereka lebih lama biasanya langsung menjelaskan penawarannya.

Nielsen Norman Group
How Long Do Users Stay on Web Pages?

Scent Trail: Kenapa Pengunjung Kabur Padahal Produknya Ada

Di UX ada istilah information scent. Gampangnya, ini soal apakah orang masih merasa berada di tempat yang tepat setelah klik sebuah link atau iklan. Dari iklan ke halaman website, mereka mencari tanda yang sama: nama promo, produk, harga, atau masalah yang tadi disebut.

Riset Nielsen Norman Group menjelaskan bahwa orang akan lanjut mengeksplorasi kalau halaman cepat memberi tanda tersebut. Kalau tanda itu nggak ada, mereka menganggap halamannya nggak relevan dan memilih pergi.

Nielsen Norman Group
Information Scent: How Users Decide Where to Go Next

Di iklan, hal ini sering disebut message match: janji di ads harus ketemu lagi di halaman tujuan. Kalau iklanmu bilang “Promo Whitening Rp499 ribu”, headline halaman sebaiknya juga menyebut promo itu. Jangan malah membuka dengan “Selamat Datang di Klinik Sehat Sentosa”.

Homepage biasanya susah dipakai untuk itu karena ia perlu tetap relevan untuk semua pengunjung. Kami juga membahas masalah ini di artikel ad-to-page mismatch: ketika janji iklan dan isi halaman nggak nyambung, banyak orang berhenti sebelum jadi lead.

Angkanya: Seberapa Besar Bedanya?

Ada beberapa benchmark yang bisa kamu pakai sebagai gambaran sebelum memutuskan.

Analisis WordStream terhadap ribuan akun Google Ads menemukan rata-rata conversion rate halaman tujuan iklan adalah 2,35%. Sementara itu, 25% akun teratas mengonversi di atas 5,31%, dan 10% teratas di atas 11,45%. Dengan budget iklan yang sama, jaraknya bisa 3–5 kali lipat antara halaman yang asal jadi dan halaman yang memang dipikirkan untuk mengarahkan orang lanjut.

WordStream
What's a Good Conversion Rate?

Unbounce menganalisis lebih dari 41.000 landing page dan menemukan median conversion rate 6,6% lintas industri, dengan rentang 3,8% sampai 12,3% tergantung industrinya.

Unbounce2024
Conversion Benchmark Report

Untuk lead generation, HubSpot mencatat landing page sebagai format pengumpulan signup dengan performa rata-rata 23%, lebih tinggi dibanding format lain seperti pop-up.

HubSpot
Landing Page Statistics

Tetap lihat angka ini sebagai benchmark, bukan target wajib. Metode hitungnya beda-beda: ada yang menghitung signup email, ada yang menghitung leads. Poinnya, halaman yang fokus pada satu penawaran biasanya lebih mudah mengarahkan orang ke aksi berikutnya dibanding halaman yang membahas semua hal sekaligus. Untuk konteks lokal, kamu bisa lihat benchmark konversi Indonesia.

Kejujuran yang Jarang Ditulis: Kapan Homepage Justru Cukup

Nggak semua campaign harus punya landing page sendiri. Ada beberapa kondisi ketika homepage masih jadi tujuan yang masuk akal.

1. Branded search. Kalau orang mengetik nama bisnismu di Google, biasanya mereka memang ingin melihat bisnisnya secara utuh: layanan, lokasi, dan kredibilitas. Homepage cocok untuk kebutuhan ini.

2. Iklan brand awareness murni. Kalau campaign hanya ingin memperkenalkan nama bisnis, tanpa satu promo atau penawaran tertentu, homepage yang rapi sudah cukup.

3. Audiens yang sudah kenal. Kamu sedang retargeting pelanggan lama atau mengumumkan sesuatu ke follower yang sudah familiar dengan bisnismu. Mereka sudah punya konteks, jadi belum tentu perlu halaman baru.

4. Budget uji coba yang sangat kecil. Kalau baru tes iklan Rp50 ribu per hari untuk melihat apakah orang mau klik, jangan langsung keluar biaya buat landing page. Cek dulu ada minatnya atau tidak.

Patokan sederhananya: semakin spesifik janji iklanmu dan semakin belum kenal audiensnya, semakin perlu landing page khusus. Kalau orang datang dengan tujuan yang lebih umum, homepage masih bisa dipakai.

Cek Campaign Kamu Sendiri

Sekarang coba cek campaign yang sedang jalan atau yang mau kamu buat.

Homepage atau Landing Page?

Jawab 4 pertanyaan tentang campaign Anda. Kami beri rekomendasi beserta alasannya.

1. Seberapa spesifik penawaran di iklan Anda?
2. Dari mana traffic-nya datang?
3. Seberapa kenal audiens dengan bisnis Anda?
4. Berapa budget iklan bulanan untuk campaign ini?

0 dari 4 pertanyaan terjawab. Jawab semuanya untuk melihat rekomendasi.

Kalau hasilnya menyarankan “landing page khusus”, sementara ads-mu sekarang mengarah ke homepage, itu bisa jadi alasan kenapa iklan tayang tapi leads tetap sepi. Kami bahas situasi ini lebih lengkap di artikel ini.

Kalau Butuh Landing Page, Minimal Harus Ada Apa?

Ini hal-hal dasar yang perlu ada di halaman untuk traffic berbayar:

  1. Headline yang mengulang janji iklan. Kalau perlu, pakai kata yang sama seperti di ads supaya orang langsung tahu mereka sampai di halaman yang benar.
  2. Satu CTA, diulang beberapa kali. Mau arahnya WhatsApp, form, atau telepon, tentukan satu aksi utama.
  3. Tanpa menu navigasi utama. Banyak link memberi lebih banyak alasan untuk pindah dari halaman sebelum orang mengambil aksi.
  4. Bukti di bagian yang mudah dilihat. Testimoni dengan nama, foto hasil, atau legalitas sebaiknya dekat dengan pembahasan penawaran, bukan hanya disimpan di halaman “Tentang Kami”.
  5. Cepat dan nyaman di HP. Mayoritas klik iklan di Indonesia datang dari mobile. Kalau halaman lambat atau berantakan di HP, budget iklan habis sebelum orang sempat memahami isinya.

Kalau Mau Pesan Jasa Landing Page, Ini yang Perlu Kamu Sepakati di Depan

Memakai jasa orang untuk mengerjakan halaman seperti ini itu wajar. Yang sering bikin hasil akhirnya mengecewakan justru hal-hal yang belum dibicarakan dari awal.

Sepakati siapa yang menulis teksnya. Banyak jasa landing page fokus di desain dan pemasangan, sementara headline serta isi penawaran harus kamu siapkan sendiri. Padahal, desain bagus tetap nggak banyak membantu kalau teksnya nggak nyambung dengan iklan. Tanyakan dari awal: setelah saya kirim materi iklan, apakah kamu ikut menyusun headline halaman atau saya yang menulis semuanya?

Sepakati berapa varian yang termasuk. Satu bisnis bisa punya lima penawaran dan tiga segmen audiens. Setiap promo juga bisa perlu halaman berbeda. Harga satu halaman kadang terlihat murah, lalu naik ketika kamu perlu halaman kedua dan seterusnya. Tanyakan skemanya sebelum deal.

Sepakati siapa yang pegang aksesnya. Kalau halaman dibuat di akun tool milik penyedia jasa, kamu bisa kehilangan akses saat kerja sama selesai. Pastikan halaman ada di domain dan akun milikmu.

Sepakati pengukurannya. Tanpa tracking, kamu nggak punya cara untuk menilai apakah halaman baru lebih baik dari yang lama. Minimal, klik tombol WhatsApp atau submit form tercatat sebagai konversi di akun iklanmu. Kalau bagian ini dianggap di luar pekerjaan, kamu akan sulit mengukur hasilnya.

Waspadai penyedia jasa yang sudah menjanjikan angka conversion rate sebelum melihat penawaran dan harga kamu. Landing page bisa membantu orang memahami penawaran dengan cepat, tetapi tetap nggak bisa membuat penawaran yang kurang menarik jadi laku sendiri.

Aksi Nyata untuk Hari Ini

Buka iklanmu yang sedang aktif, lalu klik seperti calon pelanggan. Hitung: berapa detik sampai kamu menemukan janji yang tertulis di iklan tadi? Kalau lebih dari 5 detik, atau kalau jawabannya "tidak ketemu", kamu baru saja menemukan kebocoran budget terbesar bulan ini.

Masalah Praktisnya: Siapa yang Mau Membuat Semua Halaman Itu?

Biasanya pertanyaannya lalu jadi begini: “Kalau saya punya lima penawaran dan tiga segmen audiens, berarti saya butuh banyak halaman. Siapa yang ngerjain? Desainer mahal, developer lagi sibuk, dan tiap promo berubah halamannya harus ikut diubah.”

Karena alasan itu, banyak bisnis akhirnya tetap mengarahkan semua iklan ke homepage. Mereka tahu masalahnya, cuma pengerjaannya terasa berat.

Nalar dibuat untuk membantu pekerjaan itu. AI kami membuat landing page custom dan tetap sesuai brand untuk tiap ads: headline-nya mengikuti janji iklan, CTA-nya fokus, dan bukti penting diletakkan di bagian yang mudah ditemukan. Saat promo berubah, halaman baru bisa dibuat dalam hitungan menit tanpa menunggu desainer atau developer.

Kalau iklanmu lagi jalan dan kamu curiga homepage-mu membuat banyak orang berhenti, lihat bagaimana Nalar bekerja untuk bisnis seperti punyamu. Kami mulai dari mengecek halaman tujuan iklanmu sekarang.

Keep Reading

Konsultasi via WA